Test

14 11 2012

Udah lama gak nulis di blog. Kebiasaan nulis di twitter. Udah, gitu doang. Lagi ngetes posting via mobile juga. Udah ya, gitu doang.

Advertisements




Iseng.

26 01 2012

Siapa yang tidak suka dengan musik? Pasti semua suka sesuai dengan seleranya masing-masing. Gak pake lama, saya mau share soal album musik yang nyaris semua lagu di dalamnya, menurut saya secara sadar dan alam bawah sadar, enak.

Review di setiap album ini hanya berdasarkan apa yang saya anggap keren, pecah, ato apalah itu maksudnya. Anggap aja ini apresiasi dari karya mereka yang bagus. Cekidot:

1. OST. Lion King

Circle of Life di track 1 dengan nyanyian pake bahasa afrika itu? Pecah. King of the pride rock bikin klimaks.

2. Absolution – Muse

Gak usah dijelasin. Semua lagunya enak. Stockholm Syndrome nampol.

3. The Resistance – Muse

3 bagian Exogenesis Symphony. Coba dengerin aja.

4. In Silico – Pendulum.

Dus tak dus, dus tak dus tak dus tak. “Midnight Runner“, “Vision”,  “The Other Side” selalu gw puter.

5. (What’s the Story) Morning Glory – Oasis

Dulu abang gw sering nyetel album ini trus jadi keikutan suka. Roll With It sama She’s Electric­ jadi favorit saya.

6. Pandawa Lima – Dewa

Mukadimah sebagai pembukaan itu juaranya.

7. Viva La Vida – Coldplay

Life in Technicolor itu wow banget. Gak perlu suara Chris Martin supaya enak (walaupun akhirnya ada yang versi pake lirik, dan tetep enak).

8. This is Alphabeat – Alphabeat

Fascination sampe dipake sama Coca-cola. Kebayang kan meriahnya kayak apa?

9. Hybrid Theory – Linkin Park

Gue gak tau mau nulis apa di sini. Enak pokoknya.

10. Ran For Your Life – RAN

Hanya Untukmu itu enak banget.

11. Lady killer – Cee Lo

Sama kayak di atas. Gak tau mau nulis apa. *halaaaah*

12. Supranatural – Santana

Wishing it was yang bareng Eagle Eye Cherry itu luar biasa.

13. 14:59 – Sugar Ray

Pas lagu Fly yang bareng Supercat: Beuuuuh.

14. Gratest Hits – Mozart.

Namanya juga greatest hits.  Yakali dulu ada konsep album?

15. Futuresex Lovesound – Justin Timberlake

Summer Love sama Lovestoned.

16. Sheila on 7, 07 Des, Pejantan Tangguh – Sheila on 7

3 album enak semua. Yoi lah pokoknya.

17. Invaders Must Die – The Prodigy

Pecah: “Invaders Must Die”, “Omen”, “Wild West” &” Stand Up”.

18. Musik Mulut – Jamaican Café

Acapella di Indonesia ya mereka. Lagu Juwita favorit saya.

Gitu aja.





Iklan dan interupsi

6 07 2011

Entah kenapa, tiba-tiba terlintas di benak saya kalimat ini: iklan itu harus mempunyai bobot interupsi.

 

Dari kalimat tersebut, saya mencoba melihat ke belakang dengan melihat apa yang telah dilakukan TVC, print ad, radio spot. Semua mempunyai persamaan: interupsi yang mempunyai daya tarik. Semua pasti sudah tau bagaimana memberikan kualitas dari sesuatu yang interuptif tersebut: proporsi warna yang menarik, daya pikat sebuah kalimat, hingga mengambil issue hangat yang sedang terjadi di masyarakat. Semua sudah dilakukan dan berjalan dengan dinamikanya masing-masing hingga memasuki era digital.

 

Kembali ke sesuatu yang interuptif.

Interupsi. Kata ini yang kemudian mengganggu pikiran saya dan kemudian menimbulkan pertanyaan: Bagaimana jika semua ruang dan waktu kita merupakan bagian dari interupsi?

Seru untuk dibahas jika kemudian melihat pergerakan iklan saat ini yang sangat masif, memasuki setiap sisi kehidupan kita secara sadar maupun tidak sadar. Iklan sangat berpotensi atau bahkan sudah seluruhnya masuk ke setiap aktifitas kita. Dengan kata lain, secara ekstrim dapat dikatakan, detik demi detik ruang waktu kita sudah diinterupsi oleh iklan.

Kalau kondisinya seperti ini, kesimpulan mengenai “iklan harus mempunyai bobot interupsi” sudah menjadi tidak lagi berguna. Ya, lalu permasalahannya apa?

 

Permasalahannya adalah ketika segala sesuatu yang interuptif tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita dan kita sudah terbiasa dengan hal tersebut, maka tidak ada lagi yang spesial. Bahkan, mungkin, bobot interupsi di setiap bentuk komunikasi yang ingin disampaikan menjadi hilang. Sederhananya, saya sangat jarang makan mie instan rasa ceker Naga. Ketika saya makan mie rasa ceker Naga, terasa spesial. Namun, ketika saya makan mie itu nyaris setiap hari? Bosan.

 

Dari contoh kasus di atas, “kreatifitas” akan selalu memberikan jawaban untuk menghindari kebosanan tersebut dengan credo: out of the box. Namun tetap saja, jika kita kembali ke permasalahan utama, kadar interupsi tidak akan berkurang. Dengan kata lain, sekedar interupsi dengan gaya baru.

 

Tantangannya? Menciptakan sesuatu bentuk komunikasi yang tidak interuptif agar terlihat “spesial”? Damn, itu masih abstrak di kepala gw.

 

Segitu dulu.

 

Salam,

Wolfgang Xemandros

Jangan lupa follow twitter saya @cosmologeek.(ini salah satu bentuk interupsi, colongan promosi oi! Hahah)





Satu kata: Rindu.

3 07 2011

Rindu berdiskusi dengannya dan segala hal mengenai dunia yang sudah ia bangun sejak bertahun-tahun yang lalu. Saya tahu itu memang tidak mudah hingga mencapai masa keemasannya dan hingga sekarang, dimana dunia sudah berubah.

Namun percayalah bahwa ego kita sama-sama besar dan itupun masih terasa ketika saya menulis hal ini. Ego itu pula yang membawa semua hal menjadi seperti sekarang ini.

Terima kasih.





Suatu malam di saat menjelang gerhana bulan.

16 06 2011

Seorang pemuda sedang melangkahkan kakinya di pinggir jalan. Smartphone di tangan kanan, satu batang rokok kretek di tangan kiri. Dia tahu, bahwa malam ini akan ada gerhana bulan melalui timeline twitter. Salah satunya melalui account twitter yang dia follow sejak awal dia ikut meramaikan dunia twitter:

@cosmologeek: Gerhana bulan… bumi yang menghalangi sinar mataharinya, bumi juga yg menikmatinya. Bumi kejam. *mata berkaca2*

“Baiklah.. tar iseng2 liat ah…”, pikirnya dalam hati. Tentu penulis saat ini menjadi bingung, buah pikiran itu berawal dari otak, bukan dari hati.

Pemuda itu berhenti melangkahkan kakinya, tentu karena itu adalah kemauan penulis untuk memberhentikan langkah kakinya. Dari kejauhan, dia melihat sosok yang besar, sangat besar. Melihat sosok yang sangat besar itu, pemuda yang saat itu memakai kaos bertuliskan “I love Jakarta” mendadak berlari kencang, tunggang langgang dengan langkah seribu. Dia enggan untuk menambah satu angka lagi di langkahnya yang seribu. Kenapa? Karena satu langkah lagi akan menjadi 1001. Dia tak ingin berlari sampai Baghdad di malam hari.

Di langkah ke 999, mendadak bumi bergetar. Tanah retak, bumi terbelah. Sang pemuda, yang dari awal cerita belum pernah disebutkan namanya, semakin panik. Dia terdiam menatap bumi terbelah.

Dari dalam bumi, muncullah lima robot yang kemudian bersatu. Pemuda misterius yang namanya daritadi belum disebutkan itu kemudian bersorak sorai, “Ouwyeah! MEGAZORD!”. Tak lama kemudian, kelima robot itu sedikit kesal dengan teriakan sang pemuda tersebut karena kelima robot tersebut belum bersatu. Teriakan pemuda itu menciptakan suasana antiklimaks bagi kelima robot tersebut. Namun memang benar adanya, kelima robot itu bersatu menjadi Megazord.

Tanpa basa basi, Megazord menghunus pedang dan menancapkannya ke tubuh monster yang belum sempat penulis deskripsikan. Dengan tertatih-tatih, sang monster berjalan menjauhi Megazord. Sang monster tahu dirinya akan meledak dan kamera berada di depan Megazord, yang sudah siap-siap memasang gaya kemenangannya.

DUAAAAAR!!! JEGERRRR!!

Sebuah bunyi ledakan, onomatopoeia yang tidak ada di KBBI, menggema di langit Jakarta. Suara itu terdengar hingga kelelawar di gua, yang terletak di luar Jakarta, keluar dari sarangnya. Sayangnya, tidak ada Batman di gua itu. Kenapa? Bukan Gotham City. Titik.

Sang pemuda tentu senang karena monster ditaklukan oleh Megazord. Pemuda itu bersyukur dan melanjutkan langkah kakinya dan mengamati jalan. Tak lama kemudian, tempat dimana monster itu meledak, sudah terdapat spanduk-spanduk bertuliskan “Terima kasih Megazord! Kami bangga terhadapmu! – Partai X”

Tanpa pikir panjang, pemuda itu mengacukan fenomena tersebut dan menegadahkan kepala untuk melihat langit. Bulan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan gerhana. Tapi, sekilas dia melihat sosok Ultraman terbang melintasi langit Jakarta.

“Dia telat datang”, sang pemuda berkata dalam pikirannya.

-Tamat-





Terorojing

15 06 2011

Kritis dan kreatif. Bertolak belakang atau tidak?

Pertanyaan itu sering muncul dan selalu menimbulkan masalah di dalam pikiran saya. Dalam benak saya, kritis dan kreatif itu seperti dua hal yang saling bertentangan, namun saling memerlukan satu sama lain. Namun, mencapai kesimpulan yang seperti itu tidak serta memuaskan saya. Ibarat selesai memakan paket KFC: 2 ayam, 1 nasi dan 1 soft drink, saya masih perlu memesan 1 Twisty. Ketidakpuasan itu muncul karena dua hal ini tidak bisa muncul secara bersamaan. Yang satu mendahului yang lain?

Kritis itu seputar bagaimana mendalami suatu hal dengan seksama. Ada momen dimana saat mendalami hal tersebut, kita menemukan poin-poin baru yang masih ada dalam dugaan kita. Akhirnya kita sampai pada kesimpulan bahwa kritis itu “menduga” dan setelah itu, banyak metode yang akan membuktikan sebuah dugaan tersebut, ilmu pengetahuan salah satunya.

Kreatif. Banyak orang bilang, kreatif itu “out of the box”. Berpikir di luar pola atau formula yang sudah ada pada umumnya. Kreatif juga bisa mengarahkan kita untuk menemukan poin-poin baru yang masih dalam dugaan kita.

Di tengah kebimbangan itu saya akhirnya menemukan bahwa wawasan juga berperan penting dalam suatu sikap kritis dan kreatif. Semakin luas wawasan yang didapat, daya kritis dan daya kreatif mungkin menjadi lebih baik dalam menemukan poin-poin baru tersebut.

Lalu dimana permasalahannya? Atau memang tidak ada permasalahan sama sekali?

Kritis didominasi oleh pertanyaan untuk menemukan hal baru yang lebih dalam. Kritis selalu menemukan pertanyaan. Dan saya rasa, sebuah pertanyaan haruslah dijawab. Saat itulah kreatifitas bekerja, untuk menemukan jawaban. Sampai pada titik ini, sepertinya kritis dan kreatif adalah dua hal yang bertolak belakang. Seperti dua sisi uang logam.

Namun, saya iseng coba2 kalau dua hal tersebut coba dibenturkan:

Kreatif yang kritis. Kritis yang kreatif.

Nah lho, ini yang bingung. Mana yang lebih berperan penting, khususnya dalam peradaban. (Sori kalo tiba2 lompat ke peradaban.)
Ada yang bisa bantu?

*Sebelum mulai ngaco, posting sampai disini dulu aja. Wahaha





Dia khawatir.

12 04 2011

Dia berbicara sendiri dalam hati:

“Ajegile, upil gw pasti item banget karena asap knalpot. Kalo gw ada di tengah lapangan bola yang kering kerontang dan tanah liat doang, pasti warnanya coklat. Hmm..”

Si patung Pancoran. Dia sedang mengkhawatirkan hal itu.