Seorang pemuda sedang melangkahkan kakinya di pinggir jalan. Smartphone di tangan kanan, satu batang rokok kretek di tangan kiri. Dia tahu, bahwa malam ini akan ada gerhana bulan melalui timeline twitter. Salah satunya melalui account twitter yang dia follow sejak awal dia ikut meramaikan dunia twitter:
@cosmologeek: Gerhana bulan… bumi yang menghalangi sinar mataharinya, bumi juga yg menikmatinya. Bumi kejam. *mata berkaca2*
“Baiklah.. tar iseng2 liat ah…”, pikirnya dalam hati. Tentu penulis saat ini menjadi bingung, buah pikiran itu berawal dari otak, bukan dari hati.
Pemuda itu berhenti melangkahkan kakinya, tentu karena itu adalah kemauan penulis untuk memberhentikan langkah kakinya. Dari kejauhan, dia melihat sosok yang besar, sangat besar. Melihat sosok yang sangat besar itu, pemuda yang saat itu memakai kaos bertuliskan “I love Jakarta” mendadak berlari kencang, tunggang langgang dengan langkah seribu. Dia enggan untuk menambah satu angka lagi di langkahnya yang seribu. Kenapa? Karena satu langkah lagi akan menjadi 1001. Dia tak ingin berlari sampai Baghdad di malam hari.
Di langkah ke 999, mendadak bumi bergetar. Tanah retak, bumi terbelah. Sang pemuda, yang dari awal cerita belum pernah disebutkan namanya, semakin panik. Dia terdiam menatap bumi terbelah.
Dari dalam bumi, muncullah lima robot yang kemudian bersatu. Pemuda misterius yang namanya daritadi belum disebutkan itu kemudian bersorak sorai, “Ouwyeah! MEGAZORD!”. Tak lama kemudian, kelima robot itu sedikit kesal dengan teriakan sang pemuda tersebut karena kelima robot tersebut belum bersatu. Teriakan pemuda itu menciptakan suasana antiklimaks bagi kelima robot tersebut. Namun memang benar adanya, kelima robot itu bersatu menjadi Megazord.
Tanpa basa basi, Megazord menghunus pedang dan menancapkannya ke tubuh monster yang belum sempat penulis deskripsikan. Dengan tertatih-tatih, sang monster berjalan menjauhi Megazord. Sang monster tahu dirinya akan meledak dan kamera berada di depan Megazord, yang sudah siap-siap memasang gaya kemenangannya.
DUAAAAAR!!! JEGERRRR!!
Sebuah bunyi ledakan, onomatopoeia yang tidak ada di KBBI, menggema di langit Jakarta. Suara itu terdengar hingga kelelawar di gua, yang terletak di luar Jakarta, keluar dari sarangnya. Sayangnya, tidak ada Batman di gua itu. Kenapa? Bukan Gotham City. Titik.
Sang pemuda tentu senang karena monster ditaklukan oleh Megazord. Pemuda itu bersyukur dan melanjutkan langkah kakinya dan mengamati jalan. Tak lama kemudian, tempat dimana monster itu meledak, sudah terdapat spanduk-spanduk bertuliskan “Terima kasih Megazord! Kami bangga terhadapmu! – Partai X”
Tanpa pikir panjang, pemuda itu mengacukan fenomena tersebut dan menegadahkan kepala untuk melihat langit. Bulan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan gerhana. Tapi, sekilas dia melihat sosok Ultraman terbang melintasi langit Jakarta.
“Dia telat datang”, sang pemuda berkata dalam pikirannya.
-Tamat-
hehe..lucu jg ceritanya.
Thnx udah mau baca ya!
cuma satu pertanyaan gue, lima robot yang jadi megazord itu sebenarnya apa? titisan power ranger ?
ahahah
bung, itu blogroll gue diganti dong ke alamat baru: http://www.tikasylviautami.blogspot.com
heheh
vielen dank