Hoalaaah..
Sesaat setelah menyeruput kopi yg baru saya lihat dan dengar: Nescafe Kopi Tubruk, saya tidak khasiat dari kopi tersebut.
Kenapa? Karena baru sesaat. Mana ada kopi yg berkhasiat sesaat setelah diseruput untuk pertama kali.
Maka, saya bersugesti bahwasanya kopi tersebut sudah berkhasiat.
*
Baru saja saya membaca blog lama saya yg mulai ditulis dari April 2005. Itu berarti bulan2 akhir di mana saya masih duduk kelas 3 SMA di bilangan Pejaten Barat. Entahlah,, saat itu SMA atau SMU. Saya sudah lupa.
Banyak dari kalimat saya, di blog tersebut, diakhiri dengan lebih dari satu tanda seru. Seperti ini!!!
Saya pikir, mungkin itu karena saya masih muda.
Dan sekarang saya merasa tua. Sok tua.
Baiklah.. biar merasa muda lagi. Saya akan menambahkan lebih dari satu tanda seru di akhir kalimat. Seperti ini!!!
*
Setelah menulis kalimat tadi. Saya yang merasa sudah tua ini merasa muda sesaat.
Ketik lagi ah… Seperti ini!!!
Sepertinya saya sedang flash back. Tapi tanpa flash. Efek flash-nya diganti dengan kedipan mata yg cepat aja.
*
Saya menulis ini sembari diingiri Muse – Feeling Good.
Entah, penting atau tidak informasi yg baru saja saya berikan.
Entah, sama pentingnyakah dengan post ini secara keseluruhan.
(Si Matt, baru aja teriak pas nyanyi)
*nulis apa lagi ya?*
(Sekarang si Matt lagu bersenandung sebelum mengakhiri lagunya)
*dengerin lagu dulu deh*
(yaah,,, lagunya kelar)
*
*
Twitter oh tuwiter.
Kecepatannya mengalahkan berita di tivi.
Sampai2 tidak ada badan yg mempunyai tugas untuk menyaring beritanya.
Kalau mau berpikir jahat.
Sarana ini bisa menjadi alat untuk memporak-porandakan sebuah negara.
Berhubung belum bisa ada yg menyaring lalu lintas informasinya.
Tinggal tambah fasilitas video dikit. dan… BAM!
Sebuah pemerintahan entah bersih atau tidak, harus waspada terhadapnya.
Semua orang bisa menjadi wartawan bagi orang lain.
Pemerintah tidak bisa lagi mengendalikan berita.
Dan satu2nya cara untuk mengendalikan “wartawan”? Kekerasan?
Sepertinya begitu. Karena teknologi informasi sudah tidak terbendung lagi menyerang kita.
*
Tentunya, ini merupakan suatu abstraksi yg banyak membuang banyak faktor.
Jadi, memang jadi terlihat ekstrem.
*
***
Bagaimana caranya membuat sebuah negara hancur lebur?
Beri mereka teknologi yg memudahkan untuk bertukar informasi secara bebas tanpa batasan.
Maka, semua elemen di dalamnya akan bertempur sendiri untuk mempertahankan apa yg mereka mau.
Bagaimana hal itu bisa cepat dilaksanakan?
Beri dengan harga yang murah untuk setiap alatnya.
*
Kewaspadaan terhadap hulu ledak nuklir, mungkin, hanya sebagai pengalihan saja.
*
Aduh… kok jadi kelam gini..
Pasti efek kopi.